Menyambut Hari Jadi Kota Ternate yang ke 771 Komunitas Kicau Mania Gamalama (KMG), Cicak ijo Club (CIC), Gamalama Bir Club (GBC) bersama BNR selaku EO nya menggelar perlombaan burung berkicau dengan berbagai jenis, burung yang di lombakan, diantaranya, burung Kenari, Cicak Ijo, Murai dan lovebird. kamis (16/12/2021).
Ketua KMG Ramli saat di wancarai wartawan FBI.News.net di tempat kegiatan mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini dimaksudkan untuk menyalurkan hobi para pecinta dan pengemar kicauan burung sekaligus menghindarkan mereka dari kebiasaan untuk memelihara burung yang dilindungi oleh Negara termasuk burung paruh benkok yang ada di Maluku Utara.
Kata Ramli dengan adanya kegiatan yang akan dilaksanakan seperti ini bisa berdampak ekonomi seperti dari segi penyediaan aksesoris berupa kandang, sangkar dan aksesoris lainnya yang menurutnya para penjual aksesoris juga akan terkena dampak ekonomi dari keuntungannya.
"Dengan adanya kegiatan ini beberapa tempat penjualan aksesoris cukup kewalahan untuk menyiapkan aksesoris untuk kelengkapan burung ini," ujar Ramli.
Tak hanya itu dari sisi lain seperti objek wisata kata Ramli akan cukup memberikan nilai refresh bagi teman-teman yang hobi dengan jenis-jenis burung ini.
Ramli bilang, burung yang dilombakan termasuk burung yang diternak. Yang menurutnya di Ternate sendiri sudah mulai dikembangkan seperti di Kota-Kota besar lainnya.
Menurut Ramli, KMG saat ini sudah mampu memekarkan jenis burung Kenari dan lovebird. Sementara untuk jenis Cicak ijo sudah mulai dilakukan penangkaran.
Harapan Ramli, agar minat penghobi burung di Malut bukan hanya mengarah kepada burung-burung yang dilindungi, tetapi beralih kepada burung-burung yang memang sudah dibudidayakan atau yang sudah dilombakan. Selain itu dia berharap pada kegiatannya nanti Pemerintah ikut mensupport karena dampaknya bagi para penjualan-penjualan aksesoris nyata dirasakan.
"Berharap Pemkot Ternate mensupport kita dalam kegiatan-kegiatan seperti ini sebagai ajang wisata dan untuk meningkatkan perekonomian di bidang peralatan burung," kata Ramli.
Tak hanya itu Ramli juga berharap agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut bila perlu merevisi Pergub Nomor 7 tahun 2007 yang mengatur tentang pelarangan masuk unggas karena menurutnya unggas di Malut khususnya di Ternate sudah cukup lama diternak.
"Jadi unggas yang ada ini memang sudah lama di ternak kemudian jika zona merah dibuka atau pergub direvisi maka kemungkinan besar semakin ramai lagi kita," pintah Ramli.
Hal yang sama dikatakan Pembina BNR Kicau Mania Kota Ternate, Maluku Utara Hi Sutarno Wijoyo. Kata Sutarno untuk meningkatkan perekonomian dari segi pangan, sangkar dan aksesoris itu dampaknya akan luar biasa untuk kita bisa berkembang khusus di kota Ternate, olehnya itu dia berharap tak lepas dari dukungan Pemerintah Kota maupun Pemprov.
"Untuk itu kami menghimbau khususnya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera dibuka Pergub tentang keluar masuk ungas, karena kami dari Grup ini masi Zona merah," pungkas Sutarno.
Pewarta ; ILON HI.M Marsaoly
Redaktur ; Fuad Abdullah

