Ternate - FBINEWS
Wakapolda Maluku utara Brigjen Pol Drs. Eko Para Setyo Siswanto, melantik 199 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II T.A 2022 di lapangan SPN Polda Maluku Utara di Sofifi.
Turut Hadir dalam Upacara Tersebut, Pejabat Utama Polda Malut, Danrem 152 Babullah Ternate,Perwakilan Kabinda Malut, Wakil bupati Taliabu, Staf ahli gubernur, Mewakili Danlanal Ternate, Mewakili Sultan Tidore Kepulauan,KA SPN Polda Malut, Perwakilan BNNP Malut, Perwakilan Polres jajaran Polda Malut Serta 199 Bintara Remaja Yang Baru Di Lantik.
Upacara di awali dengan pembacaan Surat Keputusan Kapolri No Kep 1709/XII/2022, Perihal Pelantikan Bintara Polri Gelombang II T.A 2022.
Dilanjutkan pelantikan dengan penanggalan pangkat siswa dan penyematan pangkat Bripda kepada perwakilan Bintara Polri oleh Wakapolda Malut, serta pemberian pehargaan kepada 4 Bintara Polri yang meraih predikat terbaik saat mengikuti Pendidikan,
"Kategori Terbaik Cendekia atas nama Bripda Wisnu Buyung Pratama, Kategori Terbaik Tertabah Bripda M. Syahdilah Hi Hukum, Kategori Terbaik Trengginas Bripda Helmi S. Hamza, serta Kategori Terbaik Umum Bripda Nawawi Samsi," terangnya
Kemudian upacara dilanjutkan pengambilan sumpah dan penandatanganan berita acara sumpah seluruh Bintara Polri dengan didampingi para pemuka agama sesuai keyakinan masing-masing Bintara Polri SPN Polda Maluku Utara.
Selanjutnya Wakapolda Membacakan amanat Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, yang pada intinya memberikan Ucapan Selamat kepada seluruh Bintara Polri gelombang II T.A 2022 yang sudah di lantik serta pesan agar selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa sebagai pedoman kehidupan dan pelaksanaan tugas.
"Pegang teguh dan amalkan nilai-nilai tribrata dan catur prasetya dalam setiap langkah selama pengabdian sebagai insan Bhayangkara, jaga nama baik polri dan junjung tinggi panji-panji tribrata," pesan Wakapolda Maluku Utara, Rabu (21/12/22).
Saat ini, lanjut Wakapolda ,Polri sedang dihadapkan dengan menurunnya tingkat kepercayaan publik kepada polri yang disebabkan kasus yang melibatkan perwira tinggi polri dan kasus yang berkaitan dengan masalah moral gaya hidup yang hedonis, dan etika perilaku yang menyakiti hati rakyat.
Orang nomor 2 di Polda Malut itu juga berharap, lulusan Diktukba Polri yang melaksanakan pendidikan di SPN selama 5 bulan ini bisa menjadi anggota Polri yang Presisi sebagaimana yang diharapkan pimpinan.Ucapnya
"Penutupan pendidikan ini bukan akhir dari perjalanan, akan tetapi awal dari pengabdian kepada masyarakat dan bangsa indonesia dengan berbagai tantangannya," pungkasnya
ILON HI.M MARSAOLY



