• Jelajahi

    Copyright © FBINEWS MALUT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Aksi Jilid lll, Kabidhumas Polda Malut Minta Mahasiswa Lebih Humanis dan Masyarakat Jauhi Area

    Fuad Abdullah
    4/20/22, 23.17 WIB Last Updated 2022-04-20T14:17:58Z

     


    TERNATE - FBINEWS


    Besok akan kembali digelar aksi unjuk rasa (Unras) dari barbagai perguruan tinggi oleh ratusan mahasiswa di Kota Ternate, Maluku Utara, untuk penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jilid III, Kamis (20/4/2022).


    Aksi demonstrasi penolakan kenaikan BBM di Kota Ternate itu sebelumnya telah dilaksanakan pada 11 dan 18 April 2022 di beberapa titik, baik bandara maupun depan kantor wali kota Ternate.


    Menanggapi rencana aksi tersebut, Kapolda Malut, Irjen (Pol) Risyapudin Nursin langsung menyiapkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.


    Hal itu disampaikan Kapolda Irjen (Pol) Risyapudin Nursin melalui Kepala Bidang Humas, Kombes Pol Michael Irwan Tamsil saat dikonfrimasi Wartawan, Rabu (20/4/2022).


    Michael mengaku, aksi unjuk rasa sudah diatur dalam UU Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.


    “Penyampaian pendapat dibuka umum sudah diatur dalam UU dan kami (Polisi) tidak akan melarang sepanjang aksi itu disampaikan secara tertib,” ungkapnya.


    Untuk itu Michael minta, kepada sejumlah mahasiswa yang akan melaksanakan aksi BBM jilid III di Kota Ternate agar tidak melakukan aksi anarkis baik merusak fasilitas umum maupun mengganggu aktivitas masyarakat dan diminta kepada masyarakat agar jangan mendekati area unjuk rasa (Unras).


    “Kami persilahkakn pada rekan-rekan mahasiswa untuk menyampaikan pendapatnya, dan kami minta supaya jangan anarkis, tolong kami sama-sama jaga kesucian Ramadhan ini,” ucapnya.


    Michael mengaku, aparat yang akan melakukan pengamanan aksi BBM jilid III di kota Ternate besok akan melaksanakan tindakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan.


    “Pengamanan tetap mengedepankan aksi humanis belajar dari pengalaman pada aksi jilid I dan jilid II yang telah dilaksanakan sebelumnya,” pungkasnya.


    ILON HI.M Marsaoly

    Redaktur : Fuad Abdullah


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini